Beginilah manhaj “Salaf” yang aku kenal

oleh Ust. Bitoh Purnomo

#Dari sahabat Muaz bin Jabal.RA, berkata; bahwa Nabi bertanya kepadaku,” Bagaimana engkau memutuskan perkara yang diajukan padamu? Muaz menjawab, saya akan putuskan dengan kitab Allah. Nabi bertanya kembali, bagaimana jika engkau tidak temukan dalam kitab Allah? Saya akan putuskan dengan sunnah Rasulullah, jawab Muaz. Rasulullah bertanya kembali, jika engkau tidak dapatkan dalam sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitab Allah? Muaz menjawab, saya akan “BERIJTIHAD” dan saya akan bersungguh-sungguh dalam hal itu. Maka Rasulullah SAW menepuk dadanya seraya bersabda,”Segala puji bagi Allah yang telah menyesuaikan utusan Rasulullah sesuai dengan yang diridhai Rasulullah (HR Abu Daud)
**Ungkapan senada juga di riwayatkan dari Imam Asyafi’i, Imam Ahmad dan yang lainnya.

#Namun hari ini jika ditanya seperti sahabat Mu’adz, banyak dari yang mengaku “salaf” menjawab; saya putuskan dengan Alqur’an jika tidak ada maka dengan Al hadits jika tidak ada berarti jelas bahwa itu BID’AH dan itu HARAM.

#jawaban pertama merupakan benih kemoderatan adapun yang kedua merupakan embrio radikalisme.

Advertisements

Menutupi Aib sesama Muslim

Siapa Yang Kentut..? Silahkan Berdiri..!
Kisah #1
Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata,
“Barangsiapa yang kentut, silakan bangun”. Hening, tak seorang pun berdiri.
Ketika datang waktu Isya mereka berkata, “Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut”.
Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin Continue reading

Proporsional Dengan Istilah ‘Sunnah’

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc.

Kata-kata sunah sesungguhnya sangat agung. Dahulu para ulama menjadikan kata ini sebagai pedoman bagi umat untuk menentukan, mana keyakinan dan aqidah yang benar dan mana yang telah menyimpang. Yang benar disebut ahlussunah, yang sesat dan menyimpang disebut Ahlul bid’ah.

 Sunah yang dimaksud disini adalah ajaran yang sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallamdalam masalah-masalah pokok agama (Ushuluddin) atau juga disebut sebagai masalah aqidah. Yaitu perkara-perkara yang sudah jelas dan nyata, baik dari sisi dalil, kesimpulan terhadap dalil tersebut dan kesepakatan para ulama terhadap kesimpulan tersebut. Di sini tidak mengenal perbedaan pendapat. Adapun masalah-masalah furu’ (cabang) tidak termasuk dalam istilah sunah dalam masalah ini, karena di dalamnya terbuka luas peluang perbedaan pendapat.

Contohnya, rukun Iman dan rukun Islam secara global, atau masalah Continue reading

Jendela Kaca

Ada pasangan muda yang menempati rumah di komplek perumahan….

Sewaktu sarapan, si istri, melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur kain…

“Cuciannya kelihatan kurang bersih ya”, kata sang istri…

“Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dgn benar…
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja si Continue reading

Raja dan Menterinya

Alkisah ada seorang Raja yg memiliki 10 anjing ganas utk menghukum yg bersalah.

Jika sang Raja tdk berkenan maka org yg salah akan dilempar k e kandang agar dicabik oleh anjing² ganas tsb.

Suatu hari seorg Menteri membuat keputusan salah & murkalah Raja. Maka diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata: “Paduka, saya Continue reading

MONYET

Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.

Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet2 datang.

Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukan Continue reading